Bandung, 29 Oktober 2025 — PT. Anak Telyu Berkarya (ATBE) kembali menghadirkan gebrakan inspiratif bagi mahasiswa dan alumni Telkom University melalui acara bertajuk “Sosialisasi Komunitas ATBE (Anak Telyu Berkarya)”, yang akan diselenggarakan di Diagram Café, Jalan Telekomunikasi No. 1 Bandung, pada Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan secara resmi Komunitas ATBE, sebuah wadah kolaborasi kreatif bagi seluruh mahasiswa aktif dan alumni Telkom University dari berbagai angkatan yang ingin bergabung, berkolaborasi, dan berkarya bersama di bawah naungan PT. Anak Telyu Berkarya. Tujuan Acara Melalui kegiatan ini, PT. Anak Telyu Berkarya ingin memperkuat semangat
Anak Telyu adalah sebutan bagi seluruh mahasiswa aktif dan alumni Telkom University — dari angkatan pertama hingga mahasiswa baru yang baru melangkah di dunia kampus. Mereka adalah satu keluarga besar yang terhubung oleh semangat yang sama: kreatif, kolaboratif, dan berkarya tanpa batas. Namun tidak semua Anak Telyu otomatis tergabung dalam ekosistem resmi Anak Telyu Berkarya (ATBE).Untuk menjadi bagian dari komunitas kreatif ini, seseorang perlu mendaftar dan memiliki ATBE Card, kartu keanggotaan eksklusif yang membuka akses ke berbagai program dan fasilitas khusus. Kartu ini adalah simbol resmi bagi mereka yang ingin Bergabung, Berkolaborasi, dan Berkarya bersama dalam wadah bernama Anak Telyu
Bandung, 28 Oktober 2025 — Sebuah gerakan baru lahir dari semangat kolaborasi mahasiswa Telkom University. Melalui payung besar bernama PT. Anak Telyu Berkarya (ATBE), inisiatif ini menghadirkan ekosistem kreatif yang menghubungkan mahasiswa aktif, alumni, dan berbagai mitra kampus untuk berkarya dan saling memberdayakan. Dibangun dari ide sederhana — bahwa mahasiswa Telkom University harus punya wadah untuk mengasah potensi dan mewujudkan ide menjadi karya nyata — Anak Telyu kini tumbuh menjadi komunitas kreatif dan bisnis sosial yang terintegrasi secara digital melalui situs www.anaktelyu.com. 🎯 Tujuan dan Filosofi Berdirinya Anak Telyu Anak Telyu bukan sekadar nama. Ia adalah simbol persaudaraan, semangat inovasi,
Bandung, 28 Oktober 2025 — Tanggal 28 Oktober yang biasanya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda kini mendapat makna baru di Telkom University. Di tengah semangat muda dan atmosfer kreatif Bandung, seorang alumni kampus merah maroon itu kembali dengan sesuatu yang spesial — bukan untuk bernostalgia, tapi untuk membangun jalan bagi generasi setelahnya. Pada hari ini di Diagram Café Bandung, PT. Anak Telyu Berkarya secara resmi meluncurkan ATBE Store, sebuah platform kreatif yang menjadi wadah bagi mahasiswa Telkom University untuk memasarkan produk, karya, dan ide bisnis mereka ke dunia nyata. 💬 “Dulu Kami Cuma Punya Ide. Sekarang Kami Punya Wadah.” “Waktu
Bandung, 28 Oktober 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, PT Anak Telyu Berkarya (ATBE) secara resmi meluncurkan ATBE Card, kartu keanggotaan eksklusif yang dirancang khusus untuk mahasiswa Telkom University yang ingin berkembang, berkolaborasi, dan berkarya di dunia kreatif dan kewirausahaan. Peluncuran ATBE Card berlangsung di Anak Telyu Corner, Diagram Café, dengan suasana hangat dan penuh semangat. Kartu ini menjadi simbol dari komunitas mahasiswa yang aktif dan inovatif, yang percaya bahwa setiap ide memiliki nilai untuk diwujudkan menjadi karya nyata. “ATBE Card bukan sekadar kartu, tetapi identitas baru bagi mahasiswa Telkom yang ingin berkarya tanpa batas. Melalui kartu ini,
Di tengah dinamika kehidupan kampus yang penuh tantangan dan kesempatan, Anak Telyu hadir sebagai ruang inspiratif bagi mahasiswa Telkom University untuk tumbuh, berproses, dan berkarya bersama. Gerakan ini lahir dari semangat sederhana namun bermakna — bahwa kolaborasi adalah jembatan antara ide dan realisasi, antara mimpi dan bukti. Di komunitas Anak Telyu, setiap mahasiswa memiliki ruang untuk belajar—tidak hanya dari dosen dan kelas, tetapi juga dari pengalaman sesama. Di sinilah cerita-cerita perjuangan, tawa, kegagalan, dan keberhasilan dibagikan melalui berbagai kegiatan komunitas, workshop kreatif, hingga proyek kolaboratif yang melatih kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Lebih dari sekadar tempat berbagi cerita, Anak Telyu
Anak Telyu Mengaji: Ketika Intelektual dan Spiritualitas Berjalan Seimbang. Di tengah kesibukan dunia kampus yang penuh dengan tugas, organisasi, dan proyek, ada sekelompok mahasiswa Telkom University yang memilih untuk menyeimbangkan langkahnya — dengan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.Mereka adalah bagian dari program Anak Telyu Mengaji, sebuah gerakan yang tumbuh dari semangat sederhana: belajar, beriman, dan berkarya tanpa kehilangan arah spiritual. Program ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dan kebanggaan di lingkungan Anak Telyu, di mana mahasiswa tidak hanya diasah untuk menjadi inovator dan pengusaha muda, tetapi juga manusia berkarakter dan berakhlak baik. Kegiatan Anak Telyu Mengaji diadakan secara rutin — mulai
Di tengah kesibukan dunia kampus yang serba cepat, ada satu hal yang tidak boleh hilang dari diri mahasiswa: kepedulian.Bagi kami, Anak Telyu, kepedulian bukan sekadar rasa iba atau simpati sesaat — melainkan sumber dari ide, inovasi, dan perubahan nyata. Ketika seseorang peduli, ia tidak hanya melihat masalah, tapi juga melihat peluang untuk berbuat baik. Dari kepedulian itulah muncul gagasan-gagasan segar yang lahir dari hati: solusi kreatif untuk lingkungan, inisiatif sosial di sekitar kampus, hingga program pemberdayaan yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. 🌱 Dari Ide Menjadi Gerakan Melalui wadah ATPeduli (Anak Telyu Peduli), PT. Anak Telyu Berkarya ingin membangun generasi
Di tengah derasnya arus perubahan zaman, satu hal yang tetap menjadi identitas mahasiswa Telkom University adalah semangat berkarya. Bagi Anak Telyu, karya bukan hanya sekadar hasil dari tugas kuliah atau proyek kampus, tetapi merupakan wujud nyata dari perjalanan belajar, berproses, dan berkontribusi untuk masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dan inisiatif, Anak Telyu terus membuktikan bahwa setiap ide, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk berdampak besar. Dari bidang teknologi, bisnis, kreatif, sosial, hingga lingkungan — semangat berkarya itu hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang membangun startup, menciptakan desain yang menginspirasi, menulis karya ilmiah, hingga menjalankan gerakan sosial berbasis kepedulian. PT. Anak Telyu
Dalam perjalanan membangun sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang, tak jarang niat baik terhenti bukan karena kurangnya semangat, tetapi karena tembok birokrasi yang tinggi. Di tengah sistem yang seharusnya membuka jalan bagi perubahan, justru seringkali ditemukan pagar-pagar yang membatasi langkah generasi muda untuk berkarya. Dari rasa frustrasi itulah Anak Telyu lahir — bukan sebagai bentuk perlawanan, tetapi sebagai gerakan harapan. Sebuah wadah independen yang menampung semangat mahasiswa dan alumni Telkom University untuk tetap berbuat baik, berkarya, dan berdampak bagi kampus, tanpa harus terhambat oleh birokrasi yang mengekang. 🌱 Gerakan dari Mahasiswa, untuk Mahasiswa Anak Telyu bukan sekadar komunitas. Ia adalah