Dalam dunia bisnis modern, sistem franchise (waralaba) menjadi salah satu model ekspansi yang paling cepat berkembang. Banyak perusahaan menggunakan sistem ini untuk memperluas jaringan bisnis tanpa harus membuka cabang sendiri di setiap wilayah. Model franchise memungkinkan sebuah bisnis berkembang melalui kerja sama antara dua pihak utama, yaitu franchisor dan franchisee. Untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja, kita dapat melihat contoh penerapannya pada Franchise JEK-MA, sebuah platform transportasi dan layanan berbasis ekosistem kampus. JEK-MA dirancang sebagai platform mobilitas kampus yang menyediakan berbagai layanan seperti transportasi mahasiswa, pengiriman makanan, pindahan kos, hingga layanan kebersihan. Agar dapat berkembang ke banyak kampus di Indonesia,
Bandung — PT. Anak Telyu Berkarya (ATBE) resmi memperkenalkan ekosistem bisnis terbaru yang dirancang untuk membuka peluang kerja luas bagi mahasiswa Telkom University dan masyarakat di sekitarnya. Melalui delapan unit bisnis strategis, ATBE menegaskan visinya sebagai penggerak ekonomi kreatif kampus dan pusat pemberdayaan generasi muda. Dengan mengusung semangat “Kreatif, Kolaboratif, Berkarya Tanpa Batas,” ATBE hadir untuk menjembatani potensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja melalui pendekatan bisnis yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kampus Melalui Ekosistem Bisnis Terintegrasi Sebagai perusahaan berbasis komunitas, ATBE melihat bahwa kampus bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga pusat peluang ekonomi. Melalui kombinasi bisnis
Dalam perjalanan membangun sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang, tak jarang niat baik terhenti bukan karena kurangnya semangat, tetapi karena tembok birokrasi yang tinggi. Di tengah sistem yang seharusnya membuka jalan bagi perubahan, justru seringkali ditemukan pagar-pagar yang membatasi langkah generasi muda untuk berkarya. Dari rasa frustrasi itulah Anak Telyu lahir — bukan sebagai bentuk perlawanan, tetapi sebagai gerakan harapan. Sebuah wadah independen yang menampung semangat mahasiswa dan alumni Telkom University untuk tetap berbuat baik, berkarya, dan berdampak bagi kampus, tanpa harus terhambat oleh birokrasi yang mengekang. 🌱 Gerakan dari Mahasiswa, untuk Mahasiswa Anak Telyu bukan sekadar komunitas. Ia adalah
Di balik gedung-gedung merah yang berdiri megah di kawasan Bandung Selatan, ada semangat muda yang tak pernah padam. Mereka adalah Anak Telyu — para mahasiswa Telkom University yang bukan hanya datang untuk kuliah, tetapi juga beraksi, berkarya, dan memberi makna bagi lingkungan sekitarnya. 🔸 Bukan Sekadar Mahasiswa, Tapi Penggerak Perubahan Menjadi mahasiswa Telkom University berarti menjadi bagian dari komunitas yang penuh energi, ide, dan inovasi. Anak Telyu tidak hanya sibuk di ruang kelas, tetapi juga aktif membangun proyek sosial, startup digital, kegiatan lingkungan, hingga gerakan ekonomi kreatif kampus. Dari ruang-ruang diskusi sederhana lahirlah gagasan-gagasan besar: platform edukasi, program sosial untuk
Bandung — Oktober 2025.Buat kamu mahasiswa Telkom University, terutama Anak Telyu yang masih tinggal di asrama, kini tak perlu bingung mencari kost untuk tahun depan. Platform Kosan Kampus menghadirkan solusi praktis dan aman untuk booking kamar kost lebih awal — cukup dengan Rp1.000.000 saja! Program ini hadir berkat kolaborasi antara komunitas Anak Telyu dan Kosan Kampus, yang sama-sama memiliki misi membantu mahasiswa Telkom University mendapatkan hunian nyaman dan terjangkau di sekitar kampus. Kenapa Harus Booking dari Sekarang? Dengan sistem “Booking Aman dari Awal”, mahasiswa bisa memastikan kamar impian mereka sebelum masa asrama berakhir.Beberapa keuntungannya antara lain: Siapa Saja yang Bisa Ikut? Program ini terbuka untuk: Cara Booking-nya Mudah Banget!